Sinopsis: Seribu Bintang untuk Mutiara

Ini rancangan sinopsis saya untuk Januari 50K. Temanya sangat sederhana, sesederhana pikiran saya. :D

Mutiara adalah seorang guru di SMP Bhakti Bangsa, satu-satunya sekolah menengah yang ada di wilayah kaki gunung Wayang. Kesadaran penduduk akan pentingnya pendidikan yang masih rendah membuat Mutiara banyak menemui masalah. Ia memiliki seorang murid bernama Warti yang sesungguhnya cerdas, tetapi terancam putus  sekolah karena orang tuanya menyuruhnya untuk menjadi TKI di Malaysia.

Murid yang lain bernama Jazuli. Anak ini sering bolos karena ternyata harus momong adiknya ketika ibunya pergi bekerja. Mau tak mau, Mutiara pun mencari solusi terbaik bagi murid-muridnya agar mereka bisa berskolah seperti yang mereka harapkan.

Namun, tak semua masalah bisa dengan mudah dipecahkan. Taufan, nama anak ini. Anak pindahan dari SMP Kota karena sudah dua kali tak naik  kelas sehingga terpaksa harus pindah ke sekolah lain karena terancam drop out. Berbeda dari kebanyakan siswa Mutiara yang lain, Rifqi anak orang kaya. Dia adalah anak pemilik perkebunan kopi tempat sebagian besar warga desa ini bekerja.

Sebenarnya Taufan anak yang cerdas, tetapi malasnya bukan main. Selain itu, sikapnya sombong dan suka berbuat onar. Bolos saat pelajaran, tawuran, serta suka menggoda teman-teman gadisnya. Untuk mengatasi hal ini, mau tak mau Mutiara harus menemui orang tua Taufan. Namun, karena sekian kali panggilan ke sekolah diabaikan, Mutiara terpaksa harus menemui orang tua Rifqi di rumhnya. Ternyata bukan orang tua Taufan yang ditemui Mutiara melainkan seorang pemuda tampan, kakak Taufan, yang juga angkuh bukan main. Tentu, masalah yang dihadapi Mutiara untuk mengatasi masalah Taufan   tak semudah yang ia perkirakan sebelumnya.

Meskipun bercerita tentang pendidikan, novel ini juga menceritakan  romansa cinta Mutiara. Pada mulanya, Mutiara merasakan hidup yang sempurna karena memiliki kekasih yang tampan, kaya, dan juga cerdas. Namun, ternyata Irfan -kekasihnya yang hendak menikahinya tahun depan- justru mengkhianati cintanya. Ia menjalin cinta dengan Berlian sehingga Berlian hamil, padahal Berlian adalah adik Mutiara. Tepatnya, Berlian adalah anak dari orang tua yang mengasuh Mutiara sejak kecil, orang tua angkat Mutiara.

Hatinya patah.  Semangatnya menghilang, tetapi murid-muridnya datang menghibur. Semangat pun kembali tumbuh di dada Mutiara. Ia harus kuat demi anak-anak itu.

Namun, masalah lain datang. Ketika Mutiara bangkit dari keterpurukannya, ia mendapat kabar bahwa sekolahnya terancam dibubarkan karena pemilik yayasan terjerat hutang dan satu-satunya jalan adalah menjual  lahan tempat sekolah itu berdiri.

Bisakah Mutiara mempertahankan sekolah itu? Adakah dewa penolong? Tentu saja. Dewa penolong itu datang pula untuk menawarkan cinta di hati Mutiara yang membeku. Namun, ketika cinta itu perlahan bersemi di hati Mutiara, Irfan datang ke rumah. Ia membawa serta bayinya yang ditinggal mati ibunya ketika melahirkan. Siapa yang dipilih Mutiara? Dewa penolong itu atau mantan kekasih yang telah mengkhianatinya? Sementara itu, Bu Wiro, ibu angkat yang telah menganggapnya sebagai anak kandung meminta dengan sangat agar Mutiara mau merawat Bintang, anak Irfan dan Berlian –dua orang yang pernah mengkhianatinya-.

Ket. Masih belum sreg dengan judul dan nama pelaku. Nama tempat juga masih kurang mak nyuusss…